Filipina ke Semifinal Piala Asia Wanita, Indonesia Tak Perlu Silau

PUNE, INDIA - JANUARY 30: Shim Seo-yeon (2nd R) and Choo Hyojoo (2nd L) of South Korea celebrate their 1-0 victory while Alanna Kennedy (1st R) of Australia shows dejection after the AFC Women's Asian Cup quarter final between Australia and South Korea at Shiv Chhatrapati Sports Complex on January 30, 2022 in Pune, India. (Photo by Thananuwat Srirasant/Getty Images)

PUNE – Tim nasional putri Filipina mengukir sejarah setelah lolos ke semifinal Piala Asia Wanita 2022, sekaligus merebut tiket ke Piala Dunia Wanita 2023. Skuad Filipina didominasi pemain naturalisasi yang beredar di MLS (Liga Amerika Serikat), hingga pengamat bola Indonesia menyebut, kita tak perlu meniru jalan pintas itu.  

Keberhasilan Filipina tersebut dipastikan usai tim berjuluk The Malditas itu mengalahkan Taiwan pada pertandingan yang digelar di Stadion Shree Shivchhatrapati Sports Complex, Pune City, Minggu (30/1/2022). Lewat adu penalty.

Gol Filipina dicetak Quinley Quezada (49′), Taiwan menyamakan kedudukan lewat Zhuo Li-ping (82′). Skor 1-1 waktu normal berakhir, dilanjutkan ke babak extra time atau tambahan waktu. Skor masih sama, hingga laga berlanjut ke babak adu penalti. 

Gol-gol penalti Filipina disarangkan Sara Castaneda, Tahnai Annis, Olivia Davies-McDaniel, dan Sarina Bolden, sementara Taiwan cuma berhasil menyarangkan 3 gol melalui tendangan Tin Chi, Wang Hsiang-hue, dan Ying-Hui Chen. 

Filipina pun menang 5-4 (1-1) dan melaju ke semifinal Piala Asia Wanita 2022 untuk kali pertama berhasil. “Ini adalah pencapaian yang luar biasa dari tim dan sejarah bagi negara,” kata pelatih Filipina Alen Stajcic di situs resmi AFC. 

“Untuk saat ini, setiap anak muda di Filipina bisa terinspirasi untuk tampil di Piala Dunia. Tim ini bangga dengan satu sama lain, tetapi mereka lebih bangga untuk menginspirasi generasi berikutnya,” lanjut Alen Stajcic. 

Selanjutnya Filipina akan melawan Korea Selatan yang lolos ke semifinal setelah mengalahkan favorit juara, Australia. The Matildas takluk 0-1 lewat gol di ujung laga (menit 87’) oleh gelandang Korea Selatan, Ji So-yun.

Australia merasa terpukul sebab skuad dihuni para pemain dari liga-liga top Eropa, serta mendominasi pertandingan. Peringkat mereka juga lebih tinggi daripada Korea Selatan, yakni 11 FIFA sedangkan lawan peringkat 18. Australia sebelumnya sukses menembus laga final pada 3 edisi Piala Asia Wanita.

Selain melaju ke semifinal Piala Asia Wanita, Korea Selatan juga dipastikan lolos ke Piala Dunia Wanita 2023 yang bakal berlangsung di Australia dan Selandia Baru.

Slot semifinal lain diisi Jepang seusai membantai Thailand 0-7 di Stadion DY Patil, Mumbai, Minggu (30/1/2022). Striker Yuika Sugasawa (31), menjadi bintang setelah memborong 4 gol. Sedangkan 3 gol lain disumbangkan Hinata Miyazawa, Rin Sumida, dan Riko Ueki.

Jepang selalu mencapai partai puncak dalam dua edisi terakhir Piala Asia Wanita, yakni pada 2014 dan 2018. Mereka berpeluang menembus final Piala Asia Wanita dalam 3 edisi beruntun jika bisa menjegal Cina di semifinal pada Kamis (3/2/2022). Cina sendiri lolos usai menekuk Vietnam 3-1.

Janji PSSI 

Terkait sukses Filipina yang sama-sama warga Asia Tenggara, eks pelatih Persija Isman Jasulmei, mengatakan Indonesia tak perlu silau. “Jujur, lolos ke semifinal Piala Asia dan meraih tiket ke Piala Dunia, merupakan prestasi luar biasa. Tapi Indonesia tak perlu meniru cara-cara instant mereka,” ujar Isman.

Dia tak antipati dengan naturalisasi sebab di belahan dunia manapun hal itu terjadi. “Bagi saya, proses pembentukan tim melalui kompetisi berjenjang yang sehat, melibatkan pemain, pelatih, perangkat pertandin gan, dan pendukung, jauh lebih melahirkan kebanggaan nasional. Naturalisasi boleh, tapi bukan mendominasi,” papar Isman.

Langkah tim putri Indonesia di Piala Asia Wanita terhenti di fase penyisihan Grup seusai kalah 0-18 dari Australia, 0-4 dari Thailand, dan 0-6 dari Filipina. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengakui dari segi kualitas, timnas putri Indonesia sangat jauh dari lawan-lawannya di Piala Asia Wanita 2022.

Indonesia vs Filipina 0-6, sebaiknya membangun prestasi lewat kompetisi.

Selain itu, persiapan coach Rudy Eka Priyambada dalam memoles anak asuhnya sangat minim, plus vakumnya kompetisi. “Kita akui kita masih sangat jauh. Namun kita harus hargai mereka. Tidak boleh patah arang dan harus tetap semangat. Liga juga belum bergulir, terakhir pada 2019 karena Covid,” ujar Iwan Bule.

Menurutnya, PSSI menyebut sudah menyiapkan program untuk melakukan perbaikan besar-besaran pada performa timnas wanita. Di antaranya, janji menggulirkan Liga 1 yang sempat vakum.

Apalagi Asosiasi Sepakbola Wanita Indonesia (ASBWI) sudah siap bergerak dengan kepengurusan baru yang dipimpin duet H. Nadalsyah-Monica Desideria, yang akan dilantik PSSI medio Februari. “Insha Allah banyak program kami, baik berupa kompetisi serta berbagai turnamen, juga pencarian bakat di seluruh pelosok Indonesia. Kami akan mengikuti arahan PSSI ,” ujar Nadalsyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.