Kurnia Sandy Kecewa Timnas Putri Absen di SEA Games

Jakarta – Kemenpora telah mengumumkan cabor yang akan berpartisipasi di SEA Games 2021/2022. Turnamen multi event se Asia Tenggara itu digelar di Hanoi, Vietnam mulai tanggal 12-23 Mei 2022. Sepak bola putri termasuk ke dalam daftar cabor yang tidak diberangkatkan ke Vietnam.

Dikutip dari website Kemenpora, alasan tidak didaftarkannya sepak bola putri adalah karena dilihat dari track record dan prestasi terakhir cabang olahraga tersebut yang dinilai tidak memiliki potensi prestasi atau medali.

Hal senada terjadi di cabang futsal. Nyatanya, setelah pekan ini timnas futsal Indonesia jadi runner up Piala AFF (kalah dari tuan rumah Thaialnd, setelah sempat unggul 2-0), mereka akan diberangkatkan. Sebuah sumber menyebut, mereka tampil ke SEA Games dengan biaya Hari Tanoe Soedibyo, ketua umum futsal.

Apakah hal ini bisa terjadi pada timnas putri Indonesia? Yang pasti, Kurnia Sandy, selaku pelatih kiper timnas putri Indonesia, mengungkapkan kekecewaannya terkait timnas sepak bola putri Indonesia yang tidak berpartisipasi di SEA Games mendatang.

“Secara pribadi sangat kecewa dengan keputusan ini. Kalau bicara peluang meraih medali, semua cabor berhak/punya kesempatan asalkan diberikan waktu persiapan yang cukup. Sepak bola wanita juga sama. Di saat mulai dikembangkan di Indonesia, ironisnya malah tidak mendapat kesempatan untuk tampil di ajang Internasional,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Kurnia Sandy, hal ini juga akan berpengaruh terhadap minat perempuan yang ingin berkarier di sepak bola ke depannya. Alasannya, kesempatan untuk tampil di kancah internasional minim. Ia juga khawatir Indonesia semakin tertinggal oleh negara ASEAN lainnya.

PELUANG DAN HARAPAN

Dari drawing SEA Games 2021, timnas putri Indonesia berada di Grup A bersama Vietnam, Filipina, dan Kamboja. Jika ikut berpartisipasi, Indonesia sudah memegang kekuatan dari tim tuan rumah yaitu Vietnam dan juga sudah mengetahui pola permainan Filipina.

“Soal peluang semua sama tergantung persiapan. Vietnam dan Filipina, kita sudah tau cara bermainnya. Seandainya jika tim wanita ikut SEA Games kan kita bisa mengukur sampai dimana peta sepak bola wanita di ASEAN,” tutur mantan pemain timnas Primavera ini.

Kurnia Sandy berharap kekompakan dari semua pihak. “Kepada semua pihak yang peduli terhadap sepakbola wanita, semoga benar-benar bersinergi dengan baik. Semoga Liga 1 putri bisa segera dijalankan agar semakin banyak bibit pemain yang didapatkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.