Site icon ASBWI

Wasit Cantik Wafa, Naik Kelas dari Liga Tarkam

Bandung – Di era milineal, wasit sepakbola tidak hanya didominasi pria. Wasit wanita pun tidak mau ketinggalan. Di berbagai belahan dunia, kiprah wasit perempuan semakin menunjukan eksistensinya. Demikian pula di Tanah Air. Wasit wanita mulai banyak menghiasi berbagai event sepak bola, seperti di Piala Pertiwi 2022 di Bandung. Salah satunya, Wafa Nazifah (24).

Wanita asal Jakarta ini menceritakan sejarah dirinya menjadi wasit. Wafa, begitu ia biasa disapa, menuturkan awal mulanya mencari pekerjaan yang sesuai passion-nya.

“Dulu saya atlet dunia lari. Saya melihat profesi wasit mirip dengan jalur olahraga yang saya geluti, harus banyak lari. Karena itulah saya pilih wasit,” kata Wafa disela-sela pertandingan Piala Pertiwi di Stadion Sabilulungan, Soreang, Bandung, Selasa (22/3/2022).

Wafa tak langsunng begitu saja memimpin laga tingkat nasional. Ia membuka lembaran lama, saat mulai terjun memimpin pertandingan kelas tarkam. Ocehan para penonton berselieran di telinganya. “Ih wasitnya cewek. Ngapain jadi wasit, mendingan diem di rumah, masak. Ngurus anak,” ujarnya menirukan beberapa ocehan yang sering ia dengar di laga tarkam.

Namun itu masa lalu. Kini pengalaman dan kualifikasi yang ia punyai, membuat Wafa naik kelas meningkat. Lisensi wasit nasional C1 sudah ia miliki. Wafa pun dikenal sebagai wasit nasional yang cukup disegani. Hijab yang ia kenakan pun tak mampu menutupi kecantikannya.

“Pastinya tantangan ada. Dulunya saya tidak tahu sama sekali dengan sepakbola apalagi peraturan sepakbola. Saya sama sekali tidak paham. Jadi saya belajar dari nol. Alhamdulillah ada dukungan dari keluarga. Kapanpun dan di manapun, keluarga selalu support,” jelasnya.

Sebagai wasit, lumrah ada suka dan duka. Wanita kelahiran 1998 tersebut mengakui, mayoritas pelatih kurang mempercayai keputusan wasit wanita. “Sukanya, pikiran saya tak terpecah kemana-mana, sebab hanya profesi wasit yang jadi prioritas saya,” papar Wafa.

Wafa berharap, wasit wanita jangan dianggap remeh atau dipandang sebelah mata. Ia menilai, wasit laki-laki dan perempuan saat bertugas di lapangan punya tanggung jawab yang sama: yaitu memimpin pertandingan dengan adil dan tegas. Toh regulasi dan peraturan pertandingan yang dipakai juga sama. Hanya gendernya yang berbeda.

Maju terus, Wafa.

Exit mobile version