Site icon ASBWI

Asprov PSSI Yogyakarta Gelar Kursus Match Commissioner, Ketum ASBWI dukung Wanita Berkarir di Sepak Bola

Potret peserta wanita yang mengikuti kursus Match Commissisoner di Yogyakarta / Dok. Asprov PSSI Yogyakarta

Potret peserta wanita yang mengikuti kursus Match Commissisoner di Yogyakarta / Dok. Asprov PSSI Yogyakarta

ASBWI – Asprov PSSI Yogyakarta menggelar kursus Match Commissioner atau Pengawas Pertandingan di Yogyakarta pada 4-9 September 2022. Kursus ini diikuti oleh 55 peserta, 3 diantaranya ialah wanita. Ketiga wanita tersebut ialah Maharani Putri Kirana (Yogyakarta), Desy Rahayu (Jawa Barat), dan Wika Fatnia (Jawa Timur).

Sekretaris Umum Asprov PSSI Yogyakarta, Armando Pribadi mengatakan tujuan dari diadakannya kursus ini adalah untuk regenerasi dan pembaruan regulasi terbaru serta persiapan Liga 3 dan Piala Soeratin. Mulai dari teori hingga praktek, para peserta kursus juga dibekali berbagai materi sesuai statuta yang dimiliki PSSI, AFC, maupun FIFA.

“Asprov PSSI Yogyakarta sudah menggelar lebih dari 3 kali kursus Match Commissioner atau Pengawas Pertandingan. Untuk kursus kali ini ini, total peserta berjumlah 55 orang, 3 diantaranya adalah wanita. Rinciannya, sebanyak 24 peserta adalah Pengawas Pertandingan baru, 7 peserta merupakan peserta penyetaraan dan 22 peserta Penyegaran,” ujar Armando Pribadi, Sekretaris Umum Asprov PSSI Yogyakarta.

H Nadalsyah (Ketua Umum ASBWI) sangat senang dengan adanya wanita yang mengikuti kursus ini. Menurut H Nadalsyah, wanita bisa mengembangkan potensinya di dunia sepak bola terutama menjadi Pengawas Pertandingan sehingga akan tercipta kualitas pertandingan yang baik.

“Kami (ASBWI) berharap dengan adanya kursus ini, kualitas perangkat pertandingan di Indonesia semakin bagus dan banyak wanita yang berkarir di sepak bola. Karena di sepak bola, selain mejadi pemain banyak profesi lain yang bisa dijadikan karir oleh wanita,” kata H Nadalsyah.

Sementara itu, salah satu wanita yang menjadi peserta kursus Maharani Putri Kirana atau Rani mengatakan dirinya sangat tertarik dan tertantang menjadi seorang Pengawas Pertandingan.

“Saya bersyukur dan bangga bisa mengikuti kursus ini karena saya ingin menjadi orang yang mengerti regulasi LOTG (Law Of The Game) di sepak bola. Karena saya wanita, saya juga ingin Pengawas Pertandingan Wanita bisa setara dengan Pria,” ungkap Rani, peserta kursus asal Yogyakarta.

Selain itu, ASBWI dalam waktu dekat akan mengadakan Workshop dan Coaching Clinic di SMAN 3 Jakarta Selatan. Rencananya, kegiatan ini akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada 9 September dan diikuti oleh puluhan siswi yang akan melanjutkan ke bangku kuliah.

ASBWI yang berkolaborasi dengan EDF La Liga akan memberikan pembekalan terkait profesi yang memungkinkan untuk dijalani seorang wanita di dunia sepak bola.

Exit mobile version